Selayang Pandang

Pengelolaan kesehatan lingkungan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan sektor sanitasi. Adanya sarana sanitasi yang baik akan meningkatkan derajat kesehatan lingkungan. Salah satu sarana sanitasi yang perlu mendapat perhatian khususnya di Kabupaten Tulungagung yaitu yang berkaitan dengan masalah limbah cair, karena pengelolaan limbah cair belum terlalu optimal. Penanganan masalah limbah cair baik yang berasal dari industri maupun sebagian kegiatan domestik saat ini masih menggunakan pengolahan secara on-site dan salah satu limbah terbesar yang dihasilkan yaitu limbah yang berasal dari rumah tangga dan kegiatan domestik. Buangan tinja yang juga termasuk kategori limbah cair domestik mengalami perlakuan yang berbeda yaitu dikumpulkan terlebih dahulu di tangki septik.

Pemakaian tangki septik sebagai tangki pengumpul lumpur tinja akan mengakibatkan munculnya timbulan lumpur tinja. Proses pengolahan tinja oleh tangki septik masih sangat terbatas dan belum sempurna sehingga beberapa paramenter pencemar dan bakteri pathogen masih terkandung cukup tinggi, oleh karena itu buangan lumpur tinja tersebut perlu diolah lebih lanjut, karena dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik.

Pengolahan lumpur tinja di Indonesia umumnya dilakukan pada Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). IPLT ini berlokasi di Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung dan menempati lahan seluas ±1 Ha. Akan tetapi keberadaan IPLT ini belum diikuti dengan pengelolaan yang optimal baik dari segi teknis maupun non teknis.

Tinja adalah bahan buangan yang dikeluarkan dari tubuh manusia. Lumpur tinja berbeda dengan tinja. Lumpur tinja atau disebut juga septage (septijd) adalah material berupa padatan dan cairan yang merupakan hasil pemompaan dari tangki septik. Material yang terkandung dalam lumpur tinja berupa padatan zat-zat organik, lemak / minyak, pasir (grit) berpotensi sebagai tempat tumbuh berbagai virus penyebab penyakit, bakteri dan parasit atau lumpur yang dihasilkan dalam sistem pembuangan air limbah on-site secara individual khususnya tangki septik dan cesspool.

Lumpur tinja, kandungan bahan organiknya (VSS) dapat mencapai lebih dari 50.000 mg/l dan kandungan bakteri coli mencapai 1 x 109 MPN/100 ml. Bila lumpur ini langsung diaplikasikan ke tanah, akan berbahaya baik bagi tanah, tumbuhan, hewan maupun manusia sendiri. Pembuangan lumpur tinja secara langsung (tanpa pengolahan) ke lingkungan (tanah) dapat menimbulkan permasalahan, diantaranya timbulnya organisme penyebab penyakit (pathogen), timbulnya bau, dan menurunnya kualitas air tanah akibat terkontaminasi oleh lumpur tinja.